Selasa, 27 Juni 2017

the actor points of "GRANGGANG" teater present"2012"

“SANGKAR BEJAT”
Sinopsis
Malam bulan purnama pukul 21:45, Mbah Wondo duduk di cakruk sambil mengurai cerita sejarah reog diantara lengkingan suara terompetnya. Anak-anak di desa itu menyimaknya dengan seksama. “Sirno Ilang Kertaning Bumi”. Rawi Janggan merasa dan sadar bahwa kejayaan Majapahit hampir tutup buku. “Layaknya bulu yang menjulang, mekar, dan menggibas, pesona Bondret Cemara meluluh lantahkan kewibawaan King The End. Layaknya nyali macan kehilangan belang, hatinya ambruk dikerling mata perempuan, terbenam lupa tujuan”. Bondret Cemara terusik oleh suara itu dan memerintahkan untuk membuang Sang  Rawi di hutan antara Gunung Wilis dan Lawu. Dia memulai kehidupan baru bersama Madjan Luwing dan Merak Wungu, bersama seluruh makhluk di Wengker.



Tiba-tiba George Balawan, seorang warok birokrasi yang hobi membaca dan menulis datang ingin membubarkan cerita dan menceritakan sejarah reyog versinya sendiri. Terciptalah dua pusaran cerita yang bertentangan. Walau sebenarnya sangat jelas mana yang masuk akal,kenyataan dan mana yang hanya ingin menjatuhkan. Kisah Windzurata yang berusaha mendapatkan cinta Dewi Properti, dengan menuruti segala paningset yang diminta. Termasuk Madjan Luwing dan Merak Wungu, yang sebenarnya dekat dengan Sang Rawi Janggan atau tokoh dari cerita versi Mbah Wondo.
Madjan Luwing dan Merak Wungu bukan suatu persembahan untuk kemanjaan. Melainkan hewan yang lahir dari rintihan,angin pengabar kenyataan, perisai untuk rakyat tertindas, sebagai bhakti pada hijaunya hutan belantara. Lalu berhasilkah Windzurata menaklukan kedua hewan siluman tersebut?  sebagai persembahan untuk Dewi Properti?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar